Durian Katingan yang terkenal dengan kelezatannya dikenal hingga
provinsi tetangga seperti di Kota Banjarmasin (Kalimantan Selatan).
Bahkan, beberapa hari yang lalu, belasan warga negara dari Republik
Rakyat China (RRC) telah mencicipinya. Dengan begitu mereka dapat
merasakan bagaimana kelegitan rasa dan keunikan isi di dalam Durian
Katingan yang sebenarnya.
Belum lagi aromanya yang tajam sampai
beberapa kilometer. Ada beberapa keuntungan kenapa Durian asal Katingan
ini perlu dijadikan produk lokal yang berpotensi mengharumkan nama
daerah. Memang faktor tekstur tanah salah satu pendukung, berpengaruh
pada rasa buah yang lezat untuk dikonsumsi. Dari segi keilmuan, ada yang
mengatakan tekstur tanah di Katingan banyak mengandung unsure hara yang
baik untuk pertumbuhan tanaman Durian.
Hal ini diperkuat dengan
pendapat dari beberapa kalangan masyarakat selaku konsumen, bahwa Durian
asal Katingan rasanya lebih enak.
Kedua,sejak dulu Kabupaten
Katingan adalah daerah pemasok Durian untuk wilayah Kota Palangka Raya
sehingga sudah lebih dulu dikenal masyarakat luas.
Tengok saja di
sepanjang sungai Katingan, ada banyak pohon Durian yang tumbuh tinggi
menjulang dan sudah berusia puluhan tahun, namun masih produktif dalam
menghasilkan buah. “Seharusnya Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait
berusaha merangkul masyarakat petani untuk mengelola kebun Durian milik
mereka dengan senantiasa memberikan informasi dalam cara mengelola
tanaman Durian dan memeliharanya secara modern,” ungkap mantan Ketua
DPRD Kabupaten Katingan H Hadrian A Litang BSc kepada DeTAK, Kamis siang
di Kasongan.
Ia menyakinkan masyarakat setempat, bahwa produksi
Durian untuk konsumsi masyarakat secara umum tetap terpenuhi dan secara
khusus dapat memberi nilai ekonomi bagi masyarakat Katingan.
"Ada
baiknya pemerintah kabupaten (Pemkab) bekerjasama dengan LIPI untuk
mengadakan penelitian tentang Durian Katingan ini. Itu berkaitan pula
dengan rencana ditanammnya sejumlah pohon yang ada di Kebun Raya Bukit
Batu, salah satunya yang bakal ditanam di sana adalah pohon Durian,"
jelas Hadrian.
Dalam penelitian, terang dia, difokuskan pada
pengembangan produksi durian. Apakah buah Durian itu dapat dikembangkan
setiap waktu tanpa mengenal musim ataukah menjadi buah yang datangnya
hanya sekedar musiman saja?
“Artinya, diteliti bijinya yang
memang mempunyai bibit unggul, sehingga diupayakan dapat ditanam hanya
sekitar 5 tahun sudah menghasilkan atau sudah dapat dipanen,’ terang H
Hadrian.
Sekedar diketahui, jelas politisi dari Partai Golkar
ini, Durian Katingan merupakan salah satu hasil tanaman petani di
pedalaman yang ditanam secara tradisional di sekitar rumah atau lahan
pekarangan saja.
Saat ini, jelas Hadrian, pembudidayaan secara
efektif dan berkesinambungan belum dilakukan. Padahal, tanaman ini bisa
meningkatkan pendapatan ekonomi bagi masyarakat, khususnya petani.
"Sewaktu Gubernur Kalteng Asmawi Agani masih menjabat dan pernah
meninjau di Desa Tewang Rangkang Kabupaten Katingan Asmawi mengatakan,
buah yang merupakan warisan turun menurun oleh orang tua dulu agar
dipelihara dan dikembangkan sebaik-baiknya, agar anak cucu kemudian
dapat merasakan dan menikmatinya,” kenangnya.
Tanaman ini jika
dibudidayakan serta dikembangkan secara optimal akan mempunyai nilai
ekonomis yang cukup tinggi. "Sangat disayangkan pengembangan budidaya
tanaman Durian masih belum dilirik investor untuk dikembangkan menjadi
komoditi unggulan skala nasional dan regional," katanya.
Sewaktu
tanaman ini berbuah dan masak kemudian panen, masyarakat ramai berjualan
di pinggiran jalan-jalan raya dan benar-benar buah yang lezat.
"Buah ini bisa diawetkan dan dijadikan (dodol), yaitu buah dikupas dan
diambil isinya kemudian ditempatkan di wadah tertentu atau wajan besar
dan dimasak dengan adukan, sehingga menghasilkan durian (dodol) yang
rasanya khas lalu dibungkus dengan bungkusan dari daun dan bisa tahan
sampai 3-5 bulan," lanjut Hadrian.
Dodol tersebut dijual dengan
harga yang cukup mahal dan sangat digemari terutama anak-anak. "Tanaman
ini sangatlah mudah untuk dibudidayakan, apalagi struktur tanahnya
sangat cocok karena tanah bertekstur liat dan tanah sedimen bersifat
basah," jelasnya. (DeTAK-aris)

0 Response to "durian katingan yang manis dan lezat"
Post a Comment